buat gw saat ini cinta seperti secangkir teh hijau, pahit. namun sepahit apapun rasanya, sampai saat ini gw masih berhasil menghalau pikiran gw untuk tetap meneguk 2 gelas di tiap siang dan sore hari sebelum jam kantor usai…just like how i always be in love easly, no matter how hard im avoid it whenever it comes. i’m addicted to love as to a cup of green tea. no matter how bitter it is. the color it has is dark-brown…sama seperti perasaan yang selalu cinta bawa (yang menurut gw)…kelam. but everytime i served the tea, the excitement feeling is always come up inside of me like i’m having a present…so does everytime i fell in love. most of time, i better had it lukewarm and almost never had it hot. i don’t want my tongue get blistered…as i don’t want to make any rush to my heart, avoiding another chances of disappointed.
*sambil menyeruput teh hijau gw yang hampir dingin* No sugar please…i prefer had it flat. ‘coz i don’t want to faking and fooling my self of what it tasted. just like Love which always come in honesty, not pretending..or even camoflage. Saat ini gw sudah bisa bersahabat dengan rasa pahitnya. aneh bukan apabila teh hijau dengan rasa manis?? *and until today, im still using the green tea yang Piglet kirim as one of my birth day present last year*. gak tau kenapa, gw lebih prefer teh yang diseduh dari pucuk-pucuk daun teh hijau yang dikeringkan dibanding teh celup (dan Piglet kirim satu kantong cukup besar yang sampai saat ini masih ada 1/3 kantong tersisa…irit banget yah…hahaha)…mungkin karena lebih "asli" dibanding teh celup yang sudah masuk pabrik dan mengalami "proses ini-itu" serta penambahan zat-zat lainnya sehingga rasa asli sepucuk teh hijau sudah berubah dan berganti menjadi aroma herbal serta buah-buahan lainnya (yang sering membuat perut gw mual…hahaha…). dan mungkin bisa dianalogikan seperti as many people want a genuine love (with no additions feeling started by wealth, looks, money, inherit and such), a true one, which once it comes…it would last (like the bitter of its taste that almost last until hours after you had it…). genuine love gak akan terbentuk karena "diinginkan", tapi justru terbentuk alamiah oleh "proses", just like pucuk teh hijau yang subur karena dukungan bumi yang selalu setia dan sabar menunggu. but, seberapapun gak enaknya teh hijau, we can’t deny the benefits it brings…(yea, salah satunya sih manfaat antioksidan dan peluruh lemaknya yang sering orang-orang bicarakan). so do Love. Love bring joy to us. energy, expectation, excitement, hope, laugh and those great things may come…(duh, jadi bingung barusan ngomong apa yah…hahaha). mmm…my tea is cold already, i better finish it as my office hours already end an hour ago…
yea…Love is like a cup of green tea. bitter, genuine, healer.
*meracau disore hari…
